Aku masih belum sanggup untuk menghadapi ini semua. Baru kusadari
betapa bodohnya diriku yang telah menolak cinta dari seseorang. Baru kusadari
ternyata aku menyayanginya. Penyesalan selalu datang diakhir perjalanan
kehidupan. Berapa banyak tetesan air mata kuluapkan akibat kebodohanku sendiri.
Rasa sakit ini sudah tak bisa aku bohongi lagi. Aku ingin jujur padanya, tapi
apa daya. Dia juga sudah berusaha untuk menghilangkan perasaannya padaku. Yang kudapatkan
hanyalah penyesalan belaka. Tak terpikirkan olehku, seberapa banyak ia katakana
cinta padaku. Tapi hanya kuanggap lalu lalang saja. Layaknya es yang sangat
dingin, itulah yang kurasakan sekarang. Hati yang dipenuhi oleh penyesalan ini
mendinginkan hatiku sehingga menjadi hampa. Kejujuran sangat berarti tapi aku
tak bisa mengatakan kejujuran itu. Kejujuran yang mungkin membuat dia mengerti
akan kondisiku saat ini. Ini semua sudah terlambat. Pada akhirnya aku hanya
bisa menyesal dan berharap andaikan aku bisa hidup di waktu yang berbeda
mungkin aku akan bisa lebih jujur dengan perasaanku ini ke dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar